Love from Heaven
Karya :
Adila Apriliyanawati (@dilapriliya –on twitter, Dhilla Apriliya – on facebook)
“Reysha!!” pekik Nafa sambil berlarian
dari arah belakang.
“Ada apa Naf? Kok lari-larian segala?”
Tanya Reysha keheranan.
“Ada apa- ada apa.. lo tu yang ada apa”
ucap Nafa kesal. Reysha hanya mnegerutkan keningnya tanda tak mengerti.
“ishh dari tadi tu gue nyariin lo tau
gak.. sampe puyeng pala gue muter-muter ni sekolah” dengus Nafa sambil
memproutkan bibirnya.
“hehe.. ngapain lo nyariin gue? Harusnya
lo tadi langsung kekelas aja keleuss.. ” jawab Reysha santai.
“udah tapi kaga ketemu..” “iya deh sorry
tadi soalnya ada urusan dikit” “gue mau cerita..” ucap Nafa semangat tapi..
kkrruuccukk
“eh suara apaan tuh?” gurau Reysha
“ehehe muter-muter sekolah bikin perut
gue kroncongan..” jawab Nafa cengengesan.
“napa nggak sekalian aja dangdutan.. biar
rame gitu.. haha ya udah kantin yuk” canda Reysha. Reysha memang terkenal
dengan gadis yang ceria dan baik hati, tak salah jika Nafa memilihnya untuk
menjadi sahabatnya.
“nah sekarang lo mau pesen apa? Gue
bayarin deh..” ucap Reysha.
“wiihh serius lo? Oke deh siip-siip.. gue
pesen bakso 1 ama es jeruknya ya.. hehe” jawab Nafa dengansemangat 45, seketika
lupa akan niatnya yang ingin bercerita sesuatu.
Reysha hanya mengedipkan sebelah matanya
lalu pergi memesan.
Reysha kembali membawa satu nampan berisi
pesanan Nafa, namun langkahnya terhenti ketika mendapati Nafa sedang bergurau
ria dengan Vian, laki-laki yang selama ini Reysha sukai secara diam-diam,
bahkan Nafa pun tak tahu soal itu. Mereka berdua (Nafa dan Vian) terlihat
bahagia tanpa beban. Sejenak Reysha mengatur nafasnya yang tadi sempat terhenti
karena melihat kedekatan Nafa dan Vian. Lalu melanjutkan langkahnya lagi.
“hey.. sorry lama.. eh ada Vian juga? Yah
sorry ya gue gak pesen makan lebih..” ucap Reysha dengan senyum getirnya lalu
duduk disamping Nafa.
“eh gapapa kok.. gue kesini Cuma mau
nemuin Nafaku sayang..” ucap Vian tersenyum sambil memegang kedua tangan Nafa.
Ucapan Vian tersebut sontak membuat
Reysha terbelalak kaget. ‘Nafaku sayang? Apa-apaan ini?’ batin Reysha.
Menyadari perubahan wajah pada Reysha, sejurus kemudian Nafa menceritakan hal
yang ingin ia ceritakan tadi. Dan ternyata ia (Nafa) dan Vian resmi pacaran
kemarin sore. Reysha hanya tersenyum hambar melihat keduanya.
“wahh.. longlast ya buat kalian..” hanya
kata itu yang mampu Reysha ucapkan karena bibirnya terasa bergetar untuk
berbicara. Lalu tersenyum meninggalkan Nafa dan Vian berdua di tengah kantin,
tanpa pamit, namun itu tak berefek bagi mereka karena mereka masih larut dalam
rona kebahagiaan.
Reysha merasakan bahunya bergetar hebat
dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi. Tak peduli beberapa siswa yang
melihatnya heran karena tingkahnya yang menangis didepan umum.
‘Tuhan.. kenapa harus sahabatku sendiri
Tuhan?’ batin Reysha menjerit disela erangannya. Tiba-tiba ia merasakan
kepalanya pening hebat, perlahan pandangannya kabur, dan.. BRUK!!
Reysha mengerjap-ngerjapkan matanya
walaupun berat, yang ia rasakan sekarang hanya kepala yang berat dan badan yang
lemas. “engghh” desah Reysha.
“Reysha!! Syukurlah lo udah sadar.. gue
khawatir sama lo.. sorry tadi gue gak merhatiin lo..” sesal Nafa.
Reysha tersenyum melihat tingkah
sahabatnya ini. “iya gapapa kok Naf..” reysha bertahan dengan senyum di bibir
pucatnya.
Sesampainya dirumah..
Reysha terduduk dikursi meja belajarnya
lalu menuliskan sesuati ditempat ia mencurahkan isi hatinya, diary. Karena
selama ini ia jarang sekali curhat ke Nafa.
‘Dear God..
Tuhan.. kuharap Kau memberiku waktu lebih
untuk melihat sahabatku bahagia meski hati ini perih..
Tuhan.. jika Kau tak mengizinkanku tuk
bahagia bersama Vian, ikhlaskan lah hati ini untuk menerimanya..
Tuhan.. sakit rasanya melihat mereka,,
sakit ini lebih sakit dari penyakit yang kuderita kini.. kumohon kuatkan aku
Tuhan..
Tuhan.. semoga Engkau memberiku hari esok
lebih baik dari hari ini.. aku masih ingin melihat kebahagiaan terpancar dari
orang yang aku sayangi dihari istimewaku Tuhan.. J
_13 Februari 2013_ Fahira Reysha’
Setelah menuliskan itu Reysha kembali
merasakan berat dikepalanya disertai darah segar mengalir dari hidungnya. Ia
terjatuh dari kursinya, ‘Tuhan.. apa lagi ini.. aku tak kuat..’ batin Reysha
menjerit, ia segera meraba-raba meja didepannya dan.. dapat. Sesegera mungkin
ia meneguk obatnya lalu ia membenahi posisinya ditempat tidur agar tak ada yang
mengerti betapa menderitanya dirinya. Orang tua Reysha memang tak mengetahui
tentang penyakit Reysha tersebut karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan
mereka di luar kota.
Keesokan harinya..
Reysha menenggelamkan kepalanya dalam
lipatan tangan yang ia buat diatas mejanya, karena yang ia rasakan kini
kepalanya begitu berat, mata sembab, dan badan lemas, serta dengan wajah pucat.
“Reysha!! Lo kok masuk sih? Lo kan belum
sembuh bener..” celoteh Nafa yang melihat kondisi tidak vit sahabatnya ini.
“gakpapa ko Naf, lagian gue masih kuat
kok..” Reysha bertahan dengan senyum di wajah pucatnya.
KRIINNNGGG bel pulang sekolah berbunyi
nyaring..
“Naf lo mau temenin gue gak?” ucap Reysha
sambil membenahi peralatannya.
“yahh.. sorry ya Rey, bukannya gue gak
mau, tapi gue ada janji sama Vian” sesal Nafa yang merasa tak enak hati pada
Reysha.
“yaudah gapapa kok, gue ngerti.. have fun
ya..” ucap Reysha tersenyum dibalik kekecewaannya.
Reysha pergi ke apotik untuk membeli
obatnya yang tadi malam habis. Setelah keluar dari apotik Reysha melihat Vian
berjalan sendiri di trotoar. ‘tu bukannya Vian ya? Kok sendiri? Bukannya ada
janji sama Nafa?’ batin Reysha bertanya-tanya. Namun yang membuatnya keheranan
lagi yaitu ekspresi Vian yang seperti kesakitan, sesekali ia (Vian) memegangi
dadanya sambil meringis. Vian menyebrang jalan namun entah mengapa ia terhenti
ditengah jalan sambil memegangi dadanya, dan ringisannya terlihat menyakitkan,
Reysha saja yang memperhatikan ikut meringis. Sejurus itu mobil melaju cepat
dari kejauhan, mobil itu terus mengklackson, namun Vian tak kunjung beranjak
dari tempatnya. Lalu.. CIITTT BRAKKKK!!!!
Vian terdorong ke trotoar dengan lengan
dan kaki luka-luka, namun itu tak seberapa dengan sakit didadanya, ia sempat
melihat kerumunan orang ditengah jalan, namun ia tak tahu itu apa karena ia
langsung pingsan.
Rumah sakit..
Vian mengerjapkan matanya, bau
obat-obatan menyeruak dihidungnya, sekarang ia tahu bahwa ia sedang berada
dirumah sakit. Ia merasakan nyeri dibagian dadanya, dan ternyata ada bekas
operasi disana. Ia tak tahu apa yang telah terjadi. Tiba-tiba Nafa masuk
keruangannya dengan derai air mata membanjiri pipinya, lalu memeluk Vian. Vian
terjengkang akibat pelukan Nafa yang secara tiba-tiba tersebut.
“kamu kenapa Naf? Kok nangis?” Tanya Vian
keheranan.
“Reysha Vi.. hkss Reysha.. hkss” ucap
Nafa sesegukan.
“Reysha? Dia emang kenapa?” Vian
keheranan.
“dibalik keceriaannya selama ini Reysha
menyimpan begitu banyak penderitaan Vi.. dia tersenyum diatas kepedihan
hidupnya hkss” Lalu Nafa menyerahkan sepucuk surat berwarna Biru muda kepada
Vian, perlahan Vian membukanya lalu membacanya…
‘Hay Nafa.. Hay Vian.. Longlast ya buat
kalian berdua.. gue ikut seneng kalo kalian seneng. Mungkin waktu kalian baca
surat ini gue udah gak ada disamping kalian, didepan kalian, atau disekitar
kalian J. Oh ya gue mau jujur sama kalian berdua.. tapi sebelumnya gue minta
maaf sama lo Naf.. hehe sorry ya.. sebenernya tuh gue suka sama Vian udah
lamaaa banget, tapi waktu gue tau kalian udah jadian gue sakit banget L.. gue nyoba ngikhlasin Vian buat sahabat gue sendiri,, kan gak
mungkin kalo gue ngerebut Vian dari lo Naf.. hehe :D peace.. apalagi setelah
gue tau kalo Vian punya kelainan jantung dan dia pengen bahagia sama lo disisa
hidupnya, gue malah nambah nyoba ngikhlasin lagi demi kebahagiaan kalian berdua
terutama Vian J. Dengan keterbatasan gue, gue pengen
Vian bahagia sama lo tanpa penyakit yang memisahkan kalian. Gue lebih seneng
menderita diatas kebahagiaan orang yang gue sayang, karena itu cukup ngebuat
gue bahagia bisa liat senyum dari orang yang gue sayang. Gue gak mungkin milih salah satu diantara kalian berdua
karena kalian berdua sama-sama gue sayang. Gue lebih baik pergi daripada harus
ngeliat Nafa nangis karena Lo pergi Vi.. karena dengan kepergian gue kalian
berdua bakal bahagia.. Nafa.. jaga perasaan Vian ya, dia cinta and sayang
banget sama lo… Vian.. gue titip jantung sama sahabat gue ya.. moga kalian
bahagia.. walopun gue gak bisa nyentuh
kalian tapi gue bias liat kalian dari atas sini J. Gue milih
pergi daripada gue terus berjuang ama kanker gue,, tapi gue gak nyesel kok..
tenang aja.. Udah ya surat gue.. bye bye.. oh ya satu lagi kalo kalian bahagia
itu jadi kado terbaik and terhebat buat gue.. gue bakal jaga perasaan kalian
dari atas sini.. Love You..
Big hug and Love from Heaven - 14 Februari 2013 – Fahira Reysha’
Nafa menghambur ke pelukan Vian lagi.“dia
pergi dihari istimewanya.. dia rela pergi karena dia sayang sama lo Vi… makasih
dan maaf Reysha,, gue bukan sahabat yang baik buat lo.. maaf” ucap Nafa
sesegukan dalam pelukan Vian
…
Vian meneteskan matanya diatas batu nisan
yang bertuliskan
‘Fahira Reysha
14 Februari 1996
– 14 Februari 2013’
Ia menyesal karena tak pernah
memperhatikan Reysha selama ini. Kemana saja ia selama ini, sampai-sampai ia
tak sadar bahwa ada seorang gadis yang menyayanginya begitu tulus sapmai rela
memberikan jantungnya pada diriya. “gue janji Rey.. gue bakal jagain jantung lo
ini.. dan gue juga janji bakal berusaha jagain Nafa dengan jantung lo ini.. gue
bakal berusaha nepatin janji gue Fahira Reysha, maaf dan terimakasih buat
semuanya” ucap Vian. Sekelebat bayangan putih terpancar didepan Vian, bayangan
itu tersenyum pada Vian lalu mengucapkan terimakasih. Vian tersenyum lalu
meninggalkan makam Reysha.
~END~